Sebuah karya yang aku dedikasikan untuk saudaraku, yang saat ini sedang mengemban tugas jauh dari keluarga. Semoga Allah santiasa melindungi dan memberikan keselamatan padamu le.
“Sajak Rindu Untuk Sang Abdi”
Tahukah engkau makna merindu?
Pernahkah kau tahu tentang sebuah pesan sendu?
Hanya aku, kamu
Dan tentang semua rayuan merdu
Berbaur, mengalir, terukir
Pada rindu yang begitu menderu
Tahukah kau tentang pesan cinta yang tak terkata?
Rasanya seperti tercekik, hingga mendecit
Rasa yang begitu tak terkira
Terurai dan terbentang
Menyusur terowong ganas sang waktu
Kau ada bukan hanya sekedar ada
Kau ada bukan hanya karena tercipta
Apalagi hanya sekedar mengembara
Dan berkelana semata
Biarlah waktu yang kan membantu
Menemani, mencumbu mesra dirimu
Menyampaikan pesan rinduku melalui wahyu
Yang belaiannya begitu lembut mendayu
Hingga kau tahu bahwa ada pesanku untukmu
Mendakilah dengan kakimu yang kokoh
Meski langkah sering tergopoh
Menyusur jalan terjal yang kadang membuat ragamu roboh
Ini bukan tentang apa, siapa, mengapa dan bagaimana
Ini adalah tentang rasa yang sering kita lupa
Kau begini bukan karena ingin mengadu nyali
Apalagi diundi
Kau begini karena kompetensi
Maka, berikan dedikasi yang tinggi
Kau dipilih untuk mengabdi
Abdikan jiwa ragamu untuk negeri
Negeri yang kian hari kian ngeri
Mengembaralah sejauh kau mau
Tapi ingatlah selalu jalan untuk kembali
Lalu ceritakan pada generasi
Tentang cinta, kasih dan dedikasi yang tinggi
Salam rinduku untukmu, wahai sang abdi negeri
Kelak kau akan mengerti apa yang sebenarnya kau cari
Sampai berjumpa pada hari, dimana semua mudah untuk dimengerti
Jogjakarta, 26 Agustus 2015
Rendy Artha
Leave a comment