Apa yang kau cari?
Kau siapkan ranselmu, kau lewati jalan setapak itu. Kau gapai puncak tertinggi di sana, ditemani senyummu. Lalu, jika kau sudah menggapai puncak tinggi itu. Apa yang kau cari?
Kau luangkan waktumu. Kau berikan energimu. Kau ajarkan ilmu pada orang-orang itu. Lalu, jika semua itu sudah kau lakukan. Apa yang kau cari?
Kau perhatikan kekasihmu, kau sanjung ia. Kau peluk mesra. Kau kirim pesan-pesan cinta. Lalu, jika sudah seperti itu. Apa yang kau cari?
Kau siapkan hadiah terindah untuk sahabatmu. Kau bercanda dengannya. Kau jaga rahasia-rahasia. Lalu, jika sudah begitu apa yang kau cari?
Kau datang di awal kelas. Kau debatkan sebuah materi tak terbatas. Kau unggulkan dirimu. Kau gapai selembar kertas. Jika sudah kau lakukan dengan tuntas. Apa yang kau cari?
Kau kejar jabatan itu. Kau singkirkan pesaingmu. Kau tingkatkan kompetensimu. Lalu, jika semua sudah jadi milikmu. Apa yang kau cari?
Kadang semua hanya seperti sebuah dongeng tak berisi, mengejar sisi-sisi yang banyak tak terkendali. Kemana harus mencari? Jangankan mencari, apa yang dicari saja belum dimengerti. Hampa ataukah isi?
Atau mungkin bisa jadi, apa yang dicari sudah ada di hati. Lalu, buat apa mencari lagi?
Wallahu’alam
Aditya Rendy Artha
4 Agustus 2015/ 1.16 am
Leave a comment