Jarak dan muara
Sering kita berpikir seberapa jauh tentang titik tujuan.
Sering kita berpikir seberapa lama kita kan berjalan.
Ataukah sering kita berpikir kapan kita butuh istirahat, walau hanya untuk sekedar meneguk segelas air, demi melepas dahaga.
Tapi kadang kita sering lupa tentang sebuah rasa.
Rasa yang memberikan kata “mengapa”
Namun, ia tak pernah tahu jawaban tentang “mengapa” itu sendiri.
Terlalu sering bermain logika, semakin hilang juga menikmati sebuah rasa.
Hidup itu bukan tentang sebuah jarak atau seberapa lama kita akan mengembara.
Karena hidup tak pernah ada jeda.
Bisa jadi, titik yg kita pandang jauh itu sebenarnya sudah ada di depan kita.
Karena hanya satu yang mampu menghentikan sebuah jarak, yaitu muara.
Muara pada titik akhir. Tuhan Yang Maha Segalanya.
Aditya Rendy Artha
6 Agustus 2015/ 12.22
Leave a comment