Taufik Ismail, tak diragukan lagi dengan keahliannya. Karya-Karya pusinya yang begitu banyak dan mengandung kritik hingga romantisme. Saya senang membaca karya-karya beliau salah satunya adalah puisi “Kerendahan Hati”

Kerendahan Hati
(Taufik Ismail)
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
Yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
Memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
Tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
Rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
Karya luar biasa ini menyulutkan semangat yang luar biasa untuk menjadi manusia yang bermartabat karena kebermanfaatannya. Secara pribadi karya ini memberikan spirit yang luar biasa bagi saya. Bahasanya yang sederhana namun lugas, dapat dengan mudah dimengerti. Banyak nilai yang terkandung di dalamnya, dengan watak kemanusiaan yang menghamba pada Tuhan, dengan semangat memberikan manfaat kebaikan bagi sesama, “khairunnaas anfa’ahum linnaas” -sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain- satu spirit yang tersirat dalam karya luar biasa Sang Maestro ini.
Gamol, 21 Maret 2016
Rendy Artha
Leave a comment