WhatsApp Image 2017-11-23 at 11.29.20

Dear Saudaraku terkasih,

Bicara tentang Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) maka kita akan bicara tentang kehidupan. Terkadang menjadi sulit bagiku untuk mendeskripsikan AMM, karena terlalu banyak pelajaran kebaikan yang mampu mewakili setiap definisinya.

Hidup matinya AMM juga tergantung dengan hidup matinya semangat generasi penggeraknya. Kalian tahu gak? Sebenarnya AMM itu hanya dibangun dari tiga pilar utama saja, yaitu keikhlasan, kesabaran, dan cinta.

Keikhlasan, yang menjadikanmu mampu memahami dirimu sendiri tentang harga mahal dari sebuah pengorbanan, keikhlasan menjadikan penopang bagimu di kala engkau tahu dan sadar bahwa pertolongan Allah selalu dekat. Keikhlasan mengajarkanmu tentang cara menghargai hati dan pikiran.

Kesabaran. Tentu kalian tahu kan ya untuk hal yang satu ini prosesnya begitu panjang dan luar biasa beratnya. Namun, kesabaran memberikanmu makna bagaimana kamu belajar tentang istiqomah, bagaimana kamu belajar menerima dirimu sendiri dan keadaan. Gak jarang loh, para kader kita selalu bertarung dalam jiwanya sendiri tentang memilih egois atau mau berbagi. Kesabaran mengajarkanmu tentang cara bagaimana kamu melihat keindahan dari setiap keburukan.

Cinta, ini adalah ramuan terjitu dari keikhlasan yang ditambahkan dengan kesabaran. Dengan cinta kamu akan paham bagaimana kamu bisa merasakan tanpa memiliki. Kan gak mungkin nih, seumur hidup kamu akan berada di AMM karena semua ada masanya. Tapi dengan cinta kamu akan tahu bagaimana rasanya menebarkan kasih sayang dalam setiap langkahmu di AMM. Dengan cinta kamu akan paham tentang makna kehilangan. Dan dengan cinta pada Kuasa-Nya kamu akan mengerti bahwa hanya Allah yang gak akan pernah membuatmu patah hati.

Sebenarnya jika tiga hal itu kalian tanamkan dalam diri kalian, kalian akan menjadi hebat karena AMM dan AMM akan hebat karena kalian. Wahai saudaraku, mari kita tanamkan jiwa dan mentalitas itu.

Selalu saja saya berkata dalam diri, “ah capek!” tapi kebahagiaan dan rasa syukur di AMM selalu membuatku berpikir ulang untuk tidak lebih banyak mengeluh. Hati manusia memang tidak didesain untuk tidak merasakan rasa sakit, tapi hati manusia didesain untuk dapat mengelola rasa sakit.

Wahai saudaraku,

AMM gak meminta 100 persen hidupmu untuknya, AMM hanya minta minimal 10 persen saja waktu hidupmu untuk kamu sedekahkan di AMM. Toh yang namanya sedekah juga akan balik lagi buat yang nyedekahin kan?

Pernah gak kalian berpikir? Jika setiap dari kita mampu menumbuhkan keikhlasan, kesabaran dan rasa cinta dan memberikan sedekah hati, pikiran, waktu dan tenaga dan segala sesuatu yang bisa engkau berikan. Aku yakin, bahkan sangat yakin AMM akan jauh lebih besar dari sekarang dan dampak kebaikannya juga akan berlipat. Tapi selama ini sudahkan kita melakukan itu? Mari perbaiki niat!

Pernah gak kalian berpikir, jika ada 10 orang diantara kita mengeluarkan potensinya sebesar masing-masing 10 persen, makan itu akan setara dengan satu orang dengan kekuatan penuh dalam mewujudkan impiannya. Lihat ada berapa Ahmad Dahlan! Hanya ada satu kan? Satu orang Ahmad Dahlan saja dengan segala potensi yang beliau maksimalkan bisa mewujudkan cita-cita Muhammadiyah hingga sebesar ini. Lihat juga Jendral Sudirman misalnya, salah satu kader muda terbaik di Muhammadiyah yang darinya juga menjadi cikal bakal berdirinya Pemuda Muhammadiyah. Ada berapa banyak Sudirman? Hanya ada satu kan?

Lalu pernahkan kita berpikir, kita yang sebanyak ini tapi hasil kita masih biasa-biasa saja, mungkin ada yang perlu diperbaiki dari kita semua.

Wahai Saudaraku yang baik,

Mohon maaf jika ada segala khilaf, saat ini tonggak sejarah ada di tangan kita, maka tinggalkanlah sejarah yang baik, tinggalkanlah karya-karya terbaik. Jika itu diteruskan genersi kita, InsyaAllah jariyah kita akan terus mengalir.

So, masih hanya mau jadi kader biasa-biasa saja? AMM hanya butuh minimal 10 persen hidupmu tapi itu harus dimaksimalkan. Mari bermuhasabah, luruskan kembali niat dan recharge semangat. Semoga Allah merahmati kita semua. Selamat berjuang generasi millenial Muhammadiyah!

 

Yogyakarta, 23 November 2017

Kader Ingusan AMM

Aditya Rendy Artha

 

Posted in

Leave a comment