
Dalam menghadapi tantangan global, pengelolaan sumber daya manusia telah menjadi aspek yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan Indonesia. Namun, konsep sumber daya manusia (human resources) terkadang masih dianggap terlalu statis. Oleh karena itu, gagasan menggantinya dengan konsep human energy menawarkan perspektif yang lebih dinamis dan holistik tentang bagaimana manusia sebagai aset berharga perlu dijaga dan diberdayakan secara berkelanjutan.
Human energy menekankan pada pengelolaan energi fisik, mental, dan emosional dari setiap individu, tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas kerja tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang lebih berdaya, inovatif, dan sejahtera. Artikel ini akan mengeksplorasi bagaimana pendekatan human energy dapat diimplementasikan dalam organisasi dan berkontribusi pada pembangunan bangsa.
Mengelola Human Energy untuk Produktivitas Nasional
Pembangunan bangsa yang berkelanjutan sangat bergantung pada tenaga kerja yang sehat, produktif, dan inovatif. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas tenaga kerja Indonesia pada 2020 masih lebih rendah dibandingkan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Salah satu faktor penyebabnya adalah pengelolaan tenaga kerja yang berfokus pada kinerja jangka pendek tanpa mempertimbangkan kesejahteraan holistik pekerja. Program pemerintah seperti Kartu Prakerja, yang bertujuan meningkatkan energi mental melalui pelatihan keterampilan digital dan teknis, telah membuktikan efektivitasnya. Hingga 2021, lebih dari 12 juta orang telah mengikuti program ini dan meningkatkan keterampilan mereka, menurut laporan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Namun, di samping peningkatan keterampilan, perhatian pada energi fisik dan emosional pekerja juga penting. Burnout dan kelelahan mental menjadi masalah serius yang perlu diatasi melalui program yang mendukung keseimbangan hidup-kerja dan pelatihan kesehatan mental. Organisasi dapat mulai menerapkan regulasi yang tidak sebatas pada aspek kuantitas jam kerja namun lebih pada esensi kualitas dan outcome (pemberdayaan/ empowerment), dan menyediakan program kesehatan yang mencakup pemeriksaan kesehatan secara berkala serta akses ke konseling atau layanan kesehatan mental. Dengan begitu, energi manusia dapat dikelola secara lebih optimal, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan menurunkan tingkat turnover karyawan.
Pendidikan dan Pengembangan Keterampilan sebagai Energi Nasional
Pendidikan adalah fondasi utama dalam pengembangan energi manusia. Tenaga kerja yang terdidik dan terampil memiliki energi kreatif yang lebih besar untuk berinovasi dan memecahkan berbagai tantangan yang dihadapi negara. Dalam hal ini, pendidikan vokasi memainkan peran strategis dalam memastikan tenaga kerja Indonesia siap menghadapi tantangan pasar kerja global. Menurut Bank Dunia, peningkatan 10% dalam keterampilan teknis melalui pendidikan vokasi dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja hingga 25%.
Namun, pendidikan teknis saja tidak cukup. Untuk memastikan bahwa tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di pasar global, pendidikan vokasi juga harus mencakup soft skills seperti critical thinking, keterampilan komunikasi, dan kepemimpinan. Kerjasama yang lebih erat antara dunia pendidikan dan industri juga diperlukan agar keterampilan yang diajarkan relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan begitu, energi mental para pekerja akan terarah dan fokus pada tujuan jangka panjang, dan siap menghadapi dinamika pasar kerja.
Kesehatan dan Kesejahteraan untuk Energi Fisik dan Mental
Kesehatan fisik dan mental merupakan komponen penting dari human energy. Pekerja yang sehat mampu bekerja dengan energi optimal, sementara kesehatan mental yang baik membantu mereka tetap termotivasi dan fokus. Namun, data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa hanya 35% tenaga kerja Indonesia yang mendapatkan akses ke layanan kesehatan yang memadai melalui perusahaan mereka. Investasi dalam kesehatan pekerja bukan hanya mendukung produktivitas, tetapi juga mengurangi tingkat kecelakaan kerja dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
Pertamina adalah salah satu perusahaan yang berhasil menunjukkan bagaimana program kesehatan kerja komprehensif dapat berkontribusi positif. Dengan menyediakan fasilitas kesehatan, program kebugaran, dan pemeriksaan kesehatan rutin, Pertamina berhasil menurunkan tingkat kecelakaan kerja hingga 15% dalam lima tahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, energi fisik pekerja dapat dijaga dan dimaksimalkan. Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga perlu menjadi prioritas. Dengan lebih dari 20 juta orang di Indonesia mengalami gangguan mental, perusahaan perlu menyediakan akses ke program dukungan kesehatan mental, seperti konseling atau layanan psikologis, untuk memastikan energi mental karyawan tetap terjaga. Gojek, misalnya, telah menerapkan program kesejahteraan mental yang berhasil meningkatkan keterlibatan dan produktivitas karyawan hingga 30%.
Penggerak Inovasi dan Ekonomi Kreatif
Indonesia memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif, di mana energi kreatif dari generasi muda dapat mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Sektor ini diproyeksikan menyumbang lebih dari Rp 1.200 triliun bagi PDB pada 2025, menurut Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Dengan memupuk energi kreatif, Indonesia dapat meningkatkan daya saing nasional di tingkat global.
Salah satu contoh sukses adalah program Indigo Creative Nation yang dijalankan oleh Telkom Indonesia. Program ini memberikan dukungan kepada startup berbasis teknologi dengan menyediakan pelatihan, akses modal, dan mentor. Dengan memfasilitasi kolaborasi antar generasi, program ini memungkinkan inovasi dari kalangan muda berkembang pesat dengan dukungan dari pengalaman dan wawasan generasi yang lebih senior. Hingga kini, lebih dari 200 startup telah didukung melalui program ini, beberapa di antaranya telah beroperasi di pasar internasional.
Fondasi Pembangunan Berkelanjutan
Konsep human energy menekankan pentingnya menjaga dan memelihara energi fisik, mental, dan emosional dari tenaga kerja sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan. Baik di tingkat organisasi maupun bangsa, pengelolaan energi manusia secara holistik akan meningkatkan produktivitas, inovasi, dan kesejahteraan masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih fokus pada human energy, Indonesia dapat membangun masyarakat yang berdaya saing tinggi, siap menghadapi tantangan global, dan terus berkembang menuju kemajuan berkelanjutan.
Jakarta, 24 Oktober 2024
Rendy Artha
Daftar Pustaka
Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). (2020). Laporan Ekonomi Kreatif 2020. Jakarta: BEKRAF.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2020). Statistik Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia. Jakarta: BPS.
Bank Dunia. (2021). World Development Report: Data for Better Lives. Washington, DC: The World Bank.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Laporan Tahunan Kesehatan Kerja. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (2021). Laporan Kinerja Program Kartu Prakerja. Jakarta: Kemenko Perekonomian RI.
World Health Organization (WHO). (2021). Mental Health Atlas 2021. Geneva: WHO.
Leave a comment